Pulanglah, jikala kamu yakin bahwa tatapan dan senyuman mampu mengobati tanpa harus membuatmu berharap lagi. Pulanglah, jikala kamu percaya bahwa kamu mampu bertahan dan siap berharap untuk kali kedua. Pulanglah, jikala memang hati mu telah siap untuk menemukan sisa rindu yang dulu. Kalau tidak? Jangan coba!
Jangan percaya bahwa tatapan mampu melumpuhkan sebuah penyakit bernama rindu, ia hanya sekedar mengobati tanpa berani untk menyembuhkan. Rindu bagiku adalah sebuah ambigu. Penawarnya? Entah hanya waktu yang tau.
Dari aku yang seketika rindu ibu.