Hari-hari mulai tak terhitung, aku tak bisa mengingat tanggal berapa sekarang, yang aku tau hanya berapa hari lagi menuju tanggal merah. Pertengahan tahun sudah terlewati di bulan lalu, sekarang pun sudah hampir masuk akhir bulan Juli. Semuanya bergerak pada jalannya masing-masing, entah melambat atau malah sebaliknya, aku telah kehilangan ritmeku kembali.
Kecemasan masih menyajikan beberapa pertanyaan tersulit, aku semakin sering mengkambinghitamkan pertimbangan dibalik keraguan yang terus membebankan langkah. Mungkin memang aku terlalu banyak menggunakan alasan hanya untuk memberikan jawaban ya atau tidak, meskipun pada akhirnya aku masih tidak tau apa yang ku mau.
Iramaku terhenti, mungkin memang sifat dasarku yang terlalu banyak menyimpulkan sendiri tanpa mau bertanya kepada lawan bicaranya. Asumsi memang belum tentu salah, tapi dia pun tidak 100% benar, tak mau menyebut diri sendiri dengan sebutan "pecundang" tetapi belum ada kata lain yang bisa menggambarkan lebih baik. Cih, nyaliku cuma separuh!
Doa terpanjang tetap ditujukan kepada diri sendiri. Aku ingin jendela cakrawalaku tetap meluas meski hanya satu langkah kecil yang mungkin masih samar. Ketika nanti di hari baik lainnya, pada saat aku tersadar bahwa langkahku telah lebih dari separuh, mungkin akan ada ucapan terima kasih untuk hari ini. Apapun yang sedang kita jalani sekarang, aku yakin kita semua sedang melatih diri untuk tetap tegap di pijakan masing-masing.