Dia selalu bersembunyi dibalik rasa khawatirnya itu, tak mau satu orang pun tau sesibuk apa isi kepalanya sekarang. Meskipun takut merangkak naik menyelimuti pikirannya, namun siapa lagi yang bisa ia percaya selain dirinya sendiri?
Ini tengah malam, tengah malam hari selasa jam 00:32 lebih tepatnya. Baru saja aku selesaikan semua tugas hari ini, beberapa bulan terakhir aku sibuk dengan rutinitas baru. Jadi sebetulnya dialog sendiri kali ini cuma ingin berbagi kabar baik, aku sekarang sudah turun level bukan sang pemikir lagi. Entah kemarin aku pakai mantra atau terapi apa tapi yang pasti sekarang aku memperlakukan diriku jauh lebih baik dari sebelumnya.
Rasanya buku motivasi yang aku diamkan dari kemarin, ilmunya baru meresap sekarang. Aku pikir Tuhan sudah sangat baik, memberiku rasa syukur dan ikhlas yang sudah lebih dari cukup, mungkin ikhlasnya masih perlu diperbanyak lagi tapi aku tetap mengapresiasi diriku sendiri, untuk semua hal yang pernah ada, itu hanya proses dan kita bertumbuh karena hal itu. Just let it flow!
Mungkin di beberapa hal kadang aku masih mengutuk diriku sendiri, namun aku tetap menghargai perasaaan kecewa toh namanya juga manusia wajar kalo sedih, malah aneh kan kalo seneng terus, kurang manusiawi. Susah senang itu kan sementara, aku sangat menjunjung itu.
Caraku untuk lebih mencintai diri sendiri adalah dengan lebih percaya bahwa bahagia sepenuhnya ada dikendaliku. Aku yang menciptakan bahagiaku sendiri and happy girl is me!