Here we go again, akhirnya saya memutuskan untuk menonaktifkan sosial media saya kembali, kali ini jangka waktunya jujur masih belum tau sampai berapa lama. Singkat cerita, sebetulnya kemarin di bulan maret saya sudah menonaktifkan sosial media selama kurang lebih dua bulan, lalu dengan beberapa pertimbangan dan godaan akhirnya saya memutuskan untuk mengaktifkannya lagi, lalu sekarang saya merasa perlu menarik tuas saya kembali.
Saya merasa butuh memperkecil kotak lingkungan yang saya miliki. Biasanya di media sosial saya bisa terhubung dengan orang-orang, yang bahkan kadang gak saya kenal sama sekali, anehnya meskipun tidak memiliki keterkaitan dengan orang tersebut namun saya malah komparasi diri, merasa tidak "cukup". Saya merasa harus lebih seperti ini, saya harus berubah menjadi seperti itu dan saya harus bisa lebih dari sekarang.
Begitu rumit pikiran manusia, dari banyaknya waktu dalam sehari rasanya 24 jam itu belum cukup untuk saya bisa mendalami apa saja yang ada di dalam otak. Saya ingin menambah waktu lagi, atau kalo bisa malah ingin pindah ke planet yang berbeda, yang mungkin di sana saya bisa memiliki waktu lebih banyak, tapi namanya juga manusia ya semakin bertambahnya waktu, pasti juga semakin banyak kegiatan tambahan lainnya juga.
Oh iya, selain itu sekarang ini saya menjadi sering tidak fokus, saya sering lupa "tadi mau ngapain ya?" atau parahnya malah pas lagi harus berbicara di depan orang banyak (secara virtual tentunya) kadang tiba-tiba saya menanyakan hal yang sama kembali, maka dari itu saya berusaha untuk lebih mindfulness dan mencoba monotasking saja. Fokus dengan apa yang sedang saya kerjakan, satu per satu dan menjaga agar tidak terdistraksi yang salah satunya adalah sosial media.
Tentunya sih, pengalaman saya ini gak bisa lah disamaratakan ke semua orang, karena setelah beberapa berbagi cerita ke teman dekat, ada juga yang merasa nyaman saja menggunakan social media, malah saya punya teman yang dari sosial media tersebut bisa membantu dalam pengembangan bisnisnya. Untuk saya pribadi saat ini dari pada manfaatnya, saya lebih banyak menemukan ketidaknyamanan, jadi ya balik lagi ke tujuan masing-masing dari pengguna sosial media tersebut.