Hi, ini aku!
Ini tulisanku tentang dialog sendiri, caraku untuk berevaluasi diri. Mungkin dengan berdialog sendiri, aku bisa lebih bisa memahami diriku sendiri meskipun kadang berdialog dengan sendiri pun gak menghasilkan apa-apa sih tapi ya intinya begitu tujuannya adalah untuk ajak ngobrol diri sendiri, kalo nanti ada dialog-dialog di beda waktu pasti akan aku bagikan lagi.
Aku sepertinya jenis manusia pemikir keras deh bukannya jadi pekerja keras tapi malah jadi pemikir keras ya hahaha. Berkali-kali mencoba berinteraksi dengan pemikiran sendiri, pertanyaannya dari kemarin tetap sama, jadi sebenernya aku harus gimana sih?
Pertanyaan itu terus menerus muncul, seperti buntu dan gak nemu jawaban. Terus menerus mencoba mencari solusi dengan berdialog sendiri, tapi ya tetap saja tidak menghasilkan apa-apa atau mungkin dengan gak ngapa-ngapain itu juga bisa menjadi solusi ketika pertanyaan itu mungkin memang belum ada jawabannya, atau mungkin malah memang sebenernya gak ada jawabannya sama sekali. Kita gak mau bikin orang lain kepikiran tapi malah nambah beban pikiran sendiri? itu sih masalahnya
Dulu aku pikir setelah menjadi dewasa itu kita akan mengerti semuanya, dari hal kecil atau pun hal besar pokoknya mengertilah segala jenis tentang persoalan di dunia, tapi akhirnya mulai sedikit paham bahwa mau sedewasa apapun kita untuk semua awal permasalahan hidup adalah kita cuma pemula, mau hidup seratus tahun pun ketika dia baru pertama kali berada di fase itu ya maka dia hanya seorang pemula. Bahkan ketika sudah pernah berada di fase itu pun, belum tentu kita menjadi pemeran yang handal untuk memainkan perannya.
Ini tulisanku tentang dialog sendiri, caraku untuk berevaluasi diri. Mungkin dengan berdialog sendiri, aku bisa lebih bisa memahami diriku sendiri meskipun kadang berdialog dengan sendiri pun gak menghasilkan apa-apa sih tapi ya intinya begitu tujuannya adalah untuk ajak ngobrol diri sendiri, kalo nanti ada dialog-dialog di beda waktu pasti akan aku bagikan lagi.
Aku sepertinya jenis manusia pemikir keras deh bukannya jadi pekerja keras tapi malah jadi pemikir keras ya hahaha. Berkali-kali mencoba berinteraksi dengan pemikiran sendiri, pertanyaannya dari kemarin tetap sama, jadi sebenernya aku harus gimana sih?
Pertanyaan itu terus menerus muncul, seperti buntu dan gak nemu jawaban. Terus menerus mencoba mencari solusi dengan berdialog sendiri, tapi ya tetap saja tidak menghasilkan apa-apa atau mungkin dengan gak ngapa-ngapain itu juga bisa menjadi solusi ketika pertanyaan itu mungkin memang belum ada jawabannya, atau mungkin malah memang sebenernya gak ada jawabannya sama sekali. Kita gak mau bikin orang lain kepikiran tapi malah nambah beban pikiran sendiri? itu sih masalahnya
Dulu aku pikir setelah menjadi dewasa itu kita akan mengerti semuanya, dari hal kecil atau pun hal besar pokoknya mengertilah segala jenis tentang persoalan di dunia, tapi akhirnya mulai sedikit paham bahwa mau sedewasa apapun kita untuk semua awal permasalahan hidup adalah kita cuma pemula, mau hidup seratus tahun pun ketika dia baru pertama kali berada di fase itu ya maka dia hanya seorang pemula. Bahkan ketika sudah pernah berada di fase itu pun, belum tentu kita menjadi pemeran yang handal untuk memainkan perannya.
0 Comments