Angka 25 Untuk Perempuan
Sebagai perempuan, ketika menginjak seperempat abad tinggal di bumi, maka saat ini adalah alarm pengingat bahwa kita harus segera bergegas. Kami dituntut untuk buru-buru menyelesaikan mimpi kami, sebelum semua itu terlambat.Toh katanya nanti kan tugasnya cuma di dapur. "Apa lagi sih yang dikejar?" kata mereka begitu
Perempuan selalu dibatasi oleh ruang yang dinamakan umur, semua geraknya terbatas. Contoh saja ketika lulus SMA kami dituntut untuk langsung berkuliah, lalu setelah kuliah tentu saja harus langsung kerja (gak boleh nganggur sebentar, awas loh nanti jadi bahan obrolan tetangga), dan kalo sudah berkerja pasti disuruh untuk segera menikah (jangan kelamaan, nanti susah punya anak, katanya gitu). Selalu saja pattern ini yang digunakan sebagai acuan, dan ketika ada yang tidak bisa mencapai tahapan tersebut pasti akan dianggap "Ketinggalan" atau malah dicap "Kadaluarsa".
Tahun ini menjadi tahun ke-25 bagi saya setelah resmi menjadi manusia, sepengalaman saya menjadi perempuan rasanya saya masih haus akan belajar banyak hal, masih ingin menggemban tanggung jawab yang lebih besar untuk bisa mengembangkan karir, dan saya juga masih ingin pandemi ini segera berakhir, sehingga bisa mengunjungi tempat-tempat yang menakjubkan.
Tentu saja ketakutan angka 25 ini pernah menganggu saya, tapi perempuan tidak harus menjadi apa yang mereka mau, karena bagi perempuan 25 hanyalah sebuah angka. Tentu saja kami tetap bisa berkarya lebih banyak, kami tetap bisa ikut andil dalam mengambil peran untuk keputusan-keputusan penting, dan tentu saja kami juga bisa mewujudkan seribu satu list mimpi yang kita inginkan, karena semua itu kami yang tentukan. Kami sebagai perempuan tetap memiliki hak otoritas untuk hidupnya sendiri, dan tetap menjadi seorang individu yang merdeka. Jangan takut dengan angka 25 ya...
Salam dari,
Quarter life crisis.
2 Comments
I feel same with u, satu demi persatu pergi menghilang, dituntuk untuk kuat tapi berbanding terbalik dengan hati. Insecure, overthinking, membandingkan kehidupan dengan orang lain. Ditinggalin cewe karena pengangguran hahahaa its so hard for pass this momment
ReplyDeleteI feel sorry for your struggles now, but you did pretty well. Nothing in your time is either too early or too late for you. Sending my virtual hugggg <3
ReplyDelete