Ramadhan ke-13


        Entah sudah berapa ramadhan yang sudah terlewati tanpa mu? Banyak tentunya. Tapi aku masih berharap tahun ini akan terasa lain. Aku masih saja lupa tentang bagaimana rasanya makan dengan formasi keluarga yang lengkap. Waktu berjalan begitu saja tanpa memperdulikan bagaimana perasaanku. Waktu terlalu cepat untuk berlalu meninggalkan ku di sini yang sedang mencoba mengerti takdir. Aku belum puas dengan takdir, tidak! Aku sepenuhnya belum puas dengan takdir yang membawa mu kembali. 

Kenangan 13tahun lalu sudah mati. Aku mati seperti nya cara Tuhan untuk membawamu pergi mematikan ku. Aku tentunya sedari dulu sudah tahu tapi tetap saja masih sering mengeluh rindu. Aku kan menemuimu fitri nanti. mengusap sekitar 0.5cm debu nisan dingin itu. Seperti biasa nya, aku akan berpura-pura menatap langit langit. Sebentar lagi mungkin aku jago dalam menembus awan melalui tatapanku. Terlalu lama aku menahan. Tapi percuma Seluruh upayaku gagal. Rindu terlalu kuat untuk ku lawan. 

Rasanya sudah seribu kali aku meyakinkan diri bahwa aku pasti bisa menahannya tapi apalah dayaku, aku hanya gadis 19 tahun yang rindu ayahnya, yang sedang merindu oleh kenangan 13tahun lalu yang sekarang sudah tidak bisa ia ingat. Aku tentunya bukan dewa, aku tidak bisa mengingat banyak. Andai aku albert einstein pun sepertinya ia tidak akan ingat kejadian 13tahun yang lalu dimana ia berumur 6tahun. Sudahlah jangan dilanjutkan lagi.. mau sepanjang apapun perbincangan ini akhirnya akan tetap sama. Tidak ada yang akan berubah.

0 Comments