Lamunan penghantar tidur


Lamunan panjang ku kali ini mengantarkan ku untuk mengeluh lebih lama. Aku sering menyalahkan takdir, terutama disaat terjadi hal yang buruk tentunya. Banyak yang aku sangkal, hal-hal yang membuatku tidak puas semuanya ku pertanyakan. Tidak ada yang salah, mengeluh adalah bagian dari hidup. Setiap manusia pasti pernah mengeluh bukan?


Terkadang aku merasa bahwa semua yg aku perjuangkan selama ini adalah kesalahan. Kesalahan dalam menggapai mimpi. Dunia ini sering memperlakukan ku secara tidak benar. Entah apapun itu, rasa bersalah selalu muncul. "Mimpi juga ada batasnya" Katanya, tapi bagi orang sepertiku mimpi hanyalah mimpi dan menggapai mimpi adalah mimpi. Ketidakselarasan takdir dengan keadaan membuat orang-orang sepertiku sudah tidak percaya keadilan. Definisi adil sudah tidak ada artinya lagi.
 Sesungguhnya ini tidak murni salahku karna tiap manusia pasti memiliki jalan cerita yang berbeda. Mungkin rute cerita ku sedikit berbeda dari yang lain, mungkin aku harus berputar arah beberapa kali untuk mencapai tujuan dari perjalanan ku.
Tidak apa sering mengeluh, tetapi yang di sini harus ditegaskan adalah setiap orang memiliki rute perjalanan yang berbeda, memiliki jalan hidup masing-masing dengan segala elemennya, danyang harus dilakukan disini adalah kita harus bisa melalui rute tersebut dijalan yang sudah kita pilih, apapun resikonya jangan menyerah karena dalam setiap jalan yang kita tempuh, ada doa2 dari orang-orang yang menunggu kita dirumah. Ibu, ayah, kakak, nenek, kakek dan lain-lain, kita adalah salah satu alasan mereka untuk tetap berdiri. Untuk itu hidup bukan lah hanya tentang dirimu saja, semua harapan dan cita ditujukan padamu.  Kejar apapun mimpi mu, persetan dengan orang yg bilang mimpi juga ada batasnya. Karna mimpi kita lah yang ciptakan dan kita tentukan.

0 Comments