Sebuah proses terjadi di kota ini, peralihan antara dunia belasan tahun menjadi dunia duapuluhan, dari aku yang berumur kepala satu hingga sekarang aku sudah berkepala dua. Disini aku tumbuh, mengenal kota ini selama tiga tahun kira-kira. Mengalami berbagai kehidupan disini, mencari, menerima dan memberi, aku mulai mengenal arti kata itu ya disini. Belum semua sudut dari kota ini sudah pernah ku jangkau, mungkin aku hanyalah satu dari beberapa puluh ribu mahasiswa yang hampir tidak pernah menjelajah ke luar kelurahan mbarek dan sekitarnya.
Aku yakin orang-orang diluar sana sedang iri padaku karena bisa
singgah di kota ini, disini adalah kota impian katanya dan aku setuju! Banyak
teman yang selalu menyalahkan kemalasanku, menurut mereka aku hanyalah orang
yang menyianyiakan rejeki, sudah dikasih hidup di jogja malah tidak pernah
menjelajah kota ini sama sekali. Pemalas! Yaa pemikiran ku juga sama mengenai
diri ku sendiri, sampai detik ini pun aku masih bertanya-tanya, apa saja yang
sudah ku kenal mengenai kota ini? Kemana sajakah aku? Dan jawabanya selalu sama
berujung dengan penyesalan dan menyalahkan diri sendiri. Tentu saja aku tau di
dunia luar sana banyak hal tentang jogja yang belum ku temukan, tetapi dengan
keterbatasanku ini aku tetap mengaguminya. Mengagumi kota ini, seperti aku
mengagumi kamu yang sama-sama membuatku enggan untuk beranjak pergi. Hehe.
Jogja
menjadi sebuah bukti dari sebuah cerita, setiap jengkal ratusan meter lampu apill yang ku temui,
setiap detik waktu tempuh yang harus ku lalui pada perempatan kentungan,
ataupun setiap minggu yang harus ku tunggu hanya untuk sekedar memanjakan mata
dengan berbagai lapak sunmor, aku yakin aku akan merindu kota ini. Tetapi apa
yang menjadikan Jogja sebegitu istimewa untuk aku sendiri? Oke, menurutku Jogja
istimewa karena cerita itu ada, akan tetapi cerita itu tidak akan seistimewa
bila ia tak ada jogja. Intinya Jogja mempunyai arti dan bukti bahwa cerita ini
sangat dinanti dan berarti.
Jogja tempatku tumbuh dan berproses menjadi dewasa
dan menjadi sedikit agak tua, Jogja adalah wadah tumbuh nya sebuah cerita,
Wadah tumbuh untuk setiap untaian kata yang terurai dengan sebegitu
menjuntai tentang cinta, untuk setiap
dan beberapa alasan yang ku buat sendiri untuk tidak merindu disini, untuk
berjuta-juta pemikiran tentang prasangka dan rekayasa diri, maupun untuk segala
pesan yang tidak tersampaikan melalui suara dan telinga ataupun mengenai
kebimbangan atas segala pertanyaan dan pernyataan yang dimaksudkan untuk
mencari jawaban hati. Jika disingkat Jogja itu tentang Harapan, Cita dan Suka. Hallo
Jogja! Terimakasih untuk mu sebagai wadah cinta dari cerita masa mudaku.

0 Comments