Questions


    Kata perkata yang aku eja adalah buah hasil dari sebuah keheningan yang diciptakan oleh diri sendiri, ketika sebuah tulisan menjadi salah satu jati dirimu, menjadi sebuah saksi bahwa aku pernah marah kepada nasibku sendiri, pernah merindu hingga berwindu-windu, pernah begitu menyukai hingga akhirnya memilih untuk menyudahi, ataupun atas segala perasaan yang terkesan namun tak pernah berpesan.

    Semua makna yang sebenarnya hanya di pahami oleh sendiri seperti sakit hati yang sebenarnya hanya diobati oleh permaafan dari diri sendiri, tapi ini lah aku. Tulisan ini menandakan bahwa aku punya rasa yang mungkin tidak pernah tersiarkan kepada siapapun, walaupun dengan adanya tulisan ini mungkin salah satu dari beberapa orang pernah meraba bahwa yang ku sebut sebagai objek adalah dia. Lalu biarkan saja dia, kamu ataupun kalian menebak, toh yang tau hanya aku. HAHAHA.

    Kalimat yang tersampaikan disini menjadi salah satu caraku untuk mengungkapkan beribu rasa yang tidak pernah bisa bersuara. Aku, ini lah aku dengan segala pikiran singkatku. Aku yang bahkan terlalu acuh terhadap rasaku sendiri. Maka sesungguhnya dengan tulisan aku dapat menjadi apapun yang aku mau, berbohong dengan tulisan pun aku bisa (jika aku mau). Namun disini aku hanya ingin ini menjadi salah satu pengingatku, tentunya waktu akan berjalan maka itu aku akan mencoba mengabadikan rasa ku sendiri disini. Menjadi diriku sendiri, tanpa menjelma untuk menjadi siapapun, aku senang merangkai berjuta-juta keluh kesahku sendiri, dengan begini kalo suatu saat nanti aku merindu akan ceritaku sendiri, maka aku bisa membaca celotehan cerita ini. Mencoba menebak-nebak rasa yang pernah ku rasa, ataupun mencoba mengingat apapun rasa kecewa dan lara yang tertuang di dalam setiap tulisan kalimatnya. 

0 Comments