Menjadi bintang tidak selalu menyenangkan kan?


 Maaf sekali karna tidak menarik mu untuk kembali disini, entah dari sudut pandang mana mataku melihat bahwa semua kata yang kau ucap adalah salah satu cara ungkapanmu untuk menggapai aku. Namun sepertinya aku salah, entah aku yang memang sedari awal terlalu bersemangat dalam mencinta ataupun waktu yang memang telah membelokan rasa itu. Bukanya aku ingin memaksakan pandanganku ke kamu, tapi hidup harus berjalan. Aku bukan lah manusia yang hanya ingin menemukan tetapi aku juga manusia yang ingin ditemukan, bukan karena aku beruntung menemukanmu tetapi karna kita beruntung untuk saling menemukan. 

Bagian mana lagi yang harus aku selami agar bisa memiliki sudut pandang yang sama terhadap kita. Rasanya aku terlalu malas untuk mencari mu di sudut yang lain. Jika bicara waktu sepertinya waktu tidak pernah terbatas dalam hal mencintai, namun jika cinta itu sendiri bisa mendatangkan rindu lalu mengapa aku yang harus datang menemuimu lebih dulu?

Mungkin aku ataupun kamu harus sama-sama mencari, agar tau bagaimana rasanya saling menemukan. Mungkin juga aku ataupun kamu harus masing-masing pergi, agar sama-sama menemukan jalan pulang. Sayangnya aku tidak memiliki tenaga untuk sedikit meyakinkan mu kembali, setelah malam berpulang menjadi fajar, bintang tidak berani untuk menampakan dirinya bukan karena ia pergi namun ia tau bahwa dirinya tidak pernah dinanti.

0 Comments