Teman Tulisan

Hallo, teman tulisan.


    Kiranya aku bisa mengenalimu dengan benar, memahami maksud dari  alasan dibalik fase yang kau sebut ‘istirahat’. Duka apa yang bisa kau bagi bersamaku, jika sekiranya dapat meringankan penat di kepalamu maka aku siap membantu. Jangan begini, meninggalkan orang lain bertanya lebih “kau kenapa?”

    Kita tentu sama-sama memiliki cela. Bedanya, aku orang yang mudah untuk dibaca. Hanya dengan sedikit berbicara, aku rasa kamu bisa mengenalku dengan banyak. Entah jurus atau mantra apa yang kamu pelajari untuk pandai dalam membaca hati. Tetapi semua itu, aku syukuri setidaknya tak usah aku bersusah payah untuk bercerita.

    Sekarang giliranmu, luapkan saja resah dan kegundahan mu padaku, aku pun penasaran pada hati yang kau sembunyikan. Tidak, aku harap kamu tidak salah paham, aku hanya ingin mempersilahkan untuk kecewamu pergi. Mungkin kau sedikit tidak percaya, tapi mungkin dalam hal ini bisa membuat mu lebih lega.

    Jika sekarang kamu sedang mencari arti kata 'tenang', maka semoga apapun alasan dibalik semua itu, aku harap tidak ada lagi hati yang tak kau buka, tak ada luka yang kau biarkan menganga. 

    Aku doakan semoga kau masih memiliki tenaga, untuk sekiranya bersabar lebih lama. Selamat berkelana, jangan lupakan hati yang tetap butuh tempat untuk berhenti.


0 Comments