Umur ku masih 21 tahun, iya masih sangat dini untuk
membicarakan tentang pernikahan, akan tetapi aku di sini hanya ingin berbagi
perspektifku sebagai manusia yang belum beranjak tua dan dewasa.
Tidak sedikit orang di sekitarku yang tertarik mengenai menikah muda, alasannya macam-macam tetapi ada beberapa dari mereka ingin menikah muda karna alasan yang sangat janggal (bagiku) yaitu “karna mereka seorang perempuan”. Katanya “kalo perempuan ngapain nikah lama-lama?”
Jika begitu maka, apakah seorang wanita tidak boleh untuk
menikah diwaktu yang melebihi orang-orang pada umumnya?
Menikah menurutku adalah sebuah perjanjian yang aturannya
tidak boleh dilanggar oleh kedua belah pihak, perjanjian terhadap Tuhan,
perjanjian di hadapan seluruh keluarga, dan yang terpenting perjanjian terhadap
diri masing-masing bahwa mereka akan bersama-sama sepanjang hidupnya. Dalam
memutuskan untuk menikah banyak hal yang perlu di perhatikan, bayangkan kita
hidup bersama-sama dengan orang lain itu seumur hidup, bukan lagi setahun, dua
tahun, lima tahun atau sepuluh tahun tetapi seumur hidup.
Bagiku dalam melakukan sesuatu harus memiliki tujuan, apalagi
pernikahan yang menurutku termasuk salah satu langkah terbesar dalam hidup.
Tujuan menikah itu apa sih? Jawaban dari masing-masing orang tentu sangat
beragam, jika seperti ini berarti tolak ukur dalam memutuskan untuk mencapai
sebuah pernikahan itu berbeda, entah laki-laki atau perempuan bebas untuk
menikah di waktu yang ia mau, itu menurutku.
Tapi hal ini tentu tidak mudah, terlebih lagi jika kita
tinggal di lingkungan yang masih erat dengan budaya ‘biasanya’, ‘biasanya
perempuan nikah itu umur dua puluhan’, ‘umumnya sih kalo cewek umur 25 tahun
udah nikah’. Sebuah kebiasaan yang turun menurun di sebuah lingkungan terkadang
membuat suatu tolak ukur dalam melakukan sesuatu bahkan untuk menilai suatu
hal, padahal budaya ‘biasanya’ ini menurutku tidak bisa diaplikasikan di semua
masa/periode, ya karna tentu di masa yang lalu dan sekarang berbeda jauh.
Ibuku menikah di umur yang tergolong cukup muda, selesai
mengampu pendidikan di sekolah menengah atas, beliau memutuskan untuk
berkeluarga. Namun hal ini tentu saja dipengaruhi oleh minimnya pola pikir
masyarakat jaman dulu tentang sekolah, tentang masa depan. Kata ibuku ‘kalo gak
nikah ya mau apa lagi, toh yang lain sudah banyak yang duluan menikah’. Jaman
telah berubah, tentunya di era sekarang ini pola pikir masyarakat pun
berkembang, salah satunya mengenai pendidikan yang mana dijaman sekarang
seorang wanita harus berpendidikan yang tinggi. Walupun aku tau setiap orang
pasti memiliki goals dan aturan yang berbeda dalam hidupnya.
Jika kita akan menikah, tentunya yang pertama pastikan dulu
tujuannya jelas. Ingat seumur hidup itu lama. Sebelum melangkah dalam sebuah
rumah tangga, sebelum memutuskan untuk menikah pastikan dulu tujuannya jelas.
Jangan menikah hanya karna sudah umurnya, apalagi menikah karna yang sebayanya
sudah menikah.
Di sini aku tidak bermaksud untuk mengambil perpektif yang
negatif mengenai nikah muda, tapi aku hanya ingin berbagi mengenai pendapatku
sendiri tentang nikah muda, barangkali ada yang mau ikut berbagi opini.
Silakan. Xo

0 Comments