Setelah pandemic selesai

Sepertinya permainan tebak menebak belum juga selesai. Kita sudah terlanjur menjadi teman yang baik untuk memutuskan hubungan ini dan sepertinya terlalu sia-sia untuk mencoba tidak peduli satu sama lain. Kita hanya berkabar sesekali, kamu hanya bertanya kabar ketika hal besar terjadi, banjir di Jakarta misalnya.

"Gimana kamu di Jakarta? saya dengar di Jakarta sekarang sedang Banjir besar"

Aku pun begitu, aku hanya berani menyapa atas dasar khawatir yang sebenarnya nyaliku hanya sebatas menanyakan kabar.

"Hi, di sana masih aman kan? semoga baik-baik aja ya" pertanyaan klasik untuk memulai percakapan yang busuk

Menjelang 2 tahun, setelah terakhir saat aku memberikan dasi itu sebagai kado wisuda mu, kita belum sempat bertatap muka kembali. Katanya Jogja itu kota titik temu tapi sampai hari ini, lagi lagi nyaliku tidak cukup berani untuk menanggung harapan yang akan tumbuh setelah pertemuan nanti. Bukannya Jogja tidak mempertemukan, hanya saja aku yang tidak ingin memupuk harapan. Kamu berkelana sendiri, mengitari setiap sudut kota Istimewa itu, berharap ada aku di sana katanya. Maaf, tapi hampir saja aku percaya.

Pandemic datang, pemerintah berkoar-koar menyuarakan social distancing, disuruh menggunakan masker setiap  hendak keluar rumah, mencuci tangan sesering mungkin dan akhirnya tidak memperbolehkan siapa pun untuk keluar rumah kecuali kebutuhan mendesak. Sekarang giliran aku yang mengalibikan pandemic ini agar bisa memulai percakapan dengan mengirimkan pesan tulisan untuknya.

"Kota mu lockdown juga kaya di Jakarta  gak?"
"Iya, di sini sama saja. Sehat-sehat ya di sana"
"Sure, u too. Ditunggu di Jakarta" bodoh sekali aku, sudah tau sedang lockdown
"Setelah pandemic selesai ya" katamu yang sepertinya meyakinkan

Tak lama kemudian  aku mulai mencari tau, kira-kira kapan pandemic ini berakhir, dengan begitu excited aku membaca beberapa artikel dan sayangnya tidak ada yang mengatakan dengan pasti kapan pandemic ini selesai. Katanya mungkin membutuhkan beberapa tahun ke depan agar semua jenis aktivitas bisa berjalan normal seperti sedia kala. Katanya meski pun jumlah korban yang terdeteksi Covid-19 menurun, tidak ada yang benar-benar bisa menjamin virus tersebut akan hilang sempurna. Lalu kapan pandemic ini berakhir?

0 Comments