Mata ini terus tertuju pada satu
sosok yang membuatku ingin terus bermimpi tanpa bangun sedetik pun, bibir ini
masih ingin tersenyum tanpa ingin ku akhiri semuanya, kaki ini masih ingin
melangkah ke arah yang sama atas semua kisah yang pernah dibangun bersama,
namun sekali lagi aku kecewa, aku kecewa pada mimpi, mengapa hanya mimpi?
Kenyataan bahwa kamu sekarang
berdiri memandang orang lain itu membuat ku menyesal untuk pernah berjuang.
Seharusnya aku bahagia melihat kamu tersenyum tapi mengapa ini berbeda,
melihat mu yang sekarang berdiri disamping orang lain, menyuguhkan seyuman mu
untuknya membuatku sakit. Bagaimana bisa orang yang diam-diam aku maafkan
kesalahanya dan aku tunggu kehadirannya kembali di hidup ku tetapi ia malah
menunggu orang lain, mencintai orang lain. Seindah itu kah kisah cinta
kalian?
Aku iri dengan dia, dia bisa
memeluk mu, memiliki mu bahkan mungkin bisa memenangkan hati mu, namun satu hal
yang paling membuat ku iri, apakah kamu pernah menangis untuknya seperti
menangis untuk ku dulu? Apakah ternyata dia juga sekarang dia yang menjadi
alasan saat kamu menjatuhkan air mata mu saat ini? Mungkin iya, dia menang atas
segalanya.
Hati ini masih sama, aku masih
menunggu mendung, berharap agar setelah hujan ada pelangi di sana. Aku
masih menungu langit senja berharap setelah gelap datang bintang akan menghias
langit di sana, namun kali ini aku tidak tau apa yang akan aku tunggu karna
mendung yang ku tunggu berubah menjadi badai, langit senja yang ku tunggu
berubah menjadi gerhana yang membuatnya gelap tanpa cahaya sediki tpun. Apapun
ku lakukan untuk menghapus duka, tapi hasil nya adalah ternyata lebih
menyakitkan ketika kita berpura-pura mencintai seseorang dari pada ketika kita
berpura-pura untuk tidak lagi mencintai seseorang.
Rasa ini membuat ku terbelenggu akan
penantian yang tak berarti, sampai kapan kah ini akan terus begini. Aku pun
tidak pandai membaca hati ku sendiri bahkan sekarang aku tidak tau apakah rasa
ini masih sama seperti dahulu atau tidak, tapi ketika melihat mu mencintainya
lebih dari kamu mencintai ku dulu aku merasa terduakan, aku iri. Aku tidak
ingin menanti mendung, aku pun tidak ingin menunggu langit senja lagi, yang
ingin ku lakukan adalah terus berlari, terus berjalan, bersama mu ataupun tidak
bersama mu aku akan terus pergi menjauh dari masa lalu sampai aku sudah jauh di
suatu titik hingga aku tak bisa memandang mu kembali. Aku akan berlari menjauhi
mu sejauh mungkin hingga jarak diantara kita tidak dapat lagi kamu lihat.
Aku akan membiarkan mu menangis untuk
orang lain dan tidak akan aku iri dengannya lagi. Dan kamu, berbahagia lah kamu,
genggam tangannya jangan sampai lepas seperti kamu melepaskan ku dulu,
tersenyumlah untuknya buat aku muak agar aku dapat membenci mu lalu berpaling
pindah ke lain hati, lupakan kita seperti yang kamu lakukan sekarang, jangan
panggil namaku lagi dimimpi mu, berlarilah kamu tidak boleh menangis untuk ku
lagi ada seseorang yang ingin kamu tangisi, seperti hujan gerimis di musim hujan
yang tidak terlihat biarkan lah kisah kita berlalu seperti itu. Tidak
dipedulikan. Tidak bermakna.
0 Comments