Percaya atau tidak, aku mengagumi
mu layaknya aku mengagumi roti dan coffe, selalu aku sukai untuk menemani
perbincangan malam ku dengan langit. menyukai mu seperti sunset sore yang
selalu membuatku rindu akan kehadirannya serta memuji mu seperti aku memuji
bunga matahari dan mawar yang merupakan dambaan setiap wanita. Setiap orang
memiliki cara tersendiri untuk menyatakan kisahnya, entah lewat tulisan, entah
lewat lagu, entah lewat lukisan ataupun lewat teman. Aku tidak pandai
berbicara, aku pun tidak pandai merangkai kata tapi sejak kenal kamu aku lebih
suka mengeluh, aku asik menceritakan cerita keluh kesah ku kepada mu.
Sejak pertama perbincangan aneh
kita dimulai, kamu sudah membagi dua pikiranku, aku merasa memiliki dunia
tersendiri bersama mu. Di dunia maya kita layaknya dua orang gila nan aneh yang
saling menceritakan keluh kesahnya satu sama lain, tapi di dunia nyata kita
hanyalah sepasang padangan mata yang lewat sepintas saja, tidak saling menyapa,
tidak saling bertutur kata. katamu ini hanyalah profesionalitas saja ataukah
aku yang memang bukan prioritas? Entah.
Dimata mereka aku hanyalah biasa,
sama dengan mereka yang mengenalmu tapi saat kita di dunia maya aku mengenalmu
lebih dari mereka memahami mu. Aku merasa terspesialkan. namun aneh nya
aku terlalu nyaman dengan situasi ini hingga aku lupa bahwa sebuah pertemuan
memerlukan status, sebuah perjumpaan memerlukan kepastian. lalu kita
adalah apa? Apakah kita adalah iya? Atau jangan-jangan aku dan kamu adalah
tidak? Mungkin kah kamu dan aku adalah bukan?
Jika ingin bercerita maka critakanlah, jika ingin mengeluh maka berkeluh kesah lah padaku, namun perjelas lah
jarak mu dan jarak ku hanyalah sebatas laut dan sunset saja, saling bertemu
namun memiliki jarak dan batas yang jelas bahwa perbedan mereka sudah dibatasi
takdir. Aku tidak dapat mengertikan pertemuan, tidak dapat pula ku pahami
mengapa takdir mempertemukan langit dan sunset tetapi tidak pernah
menyatukannya. Jangan buat aku salah paham! Menerka dalam angan, aku tidak
suka untuk mengerti itu.
1 Comments
Hem I Know.. wkwkw
ReplyDelete