Selamat,
Setelah akal, juga asa yang mulai tanggal
Melebur bersama angin yang kau hirup setiap pagi
Dihadapan embun dan matahari yang masih sama
Tapi,
Kata-kata tetaplah kata-kata
Tertumpuk rapi dibalik laci meja
Berharap untuk di-eja tapi enggan menampakkan abjadnya
Dan juga,
Aku tetaplah aku
Manusia yang masih bersembunyi dibalik sajaknya
Menyatakan hibat dalam bentuk bisu
Selamat, aku memilih hilang
P.S: ditulis oleh salah satu teman tulisan saya, terlalu bagus kalo cuma saya doang yang membacanya
Setelah akal, juga asa yang mulai tanggal
Melebur bersama angin yang kau hirup setiap pagi
Dihadapan embun dan matahari yang masih sama
Tapi,
Kata-kata tetaplah kata-kata
Tertumpuk rapi dibalik laci meja
Berharap untuk di-eja tapi enggan menampakkan abjadnya
Dan juga,
Aku tetaplah aku
Manusia yang masih bersembunyi dibalik sajaknya
Menyatakan hibat dalam bentuk bisu
Selamat, aku memilih hilang
P.S: ditulis oleh salah satu teman tulisan saya, terlalu bagus kalo cuma saya doang yang membacanya
0 Comments