Langit

Semenjak hari itu, hari dimana aku melihat kamu tersenyum bahagia ketika kita baru memutuskan untuk berpisah, apakah kamu sebahagia itu? Tidak bisakah kamu berpura-pura bersedih ketika bertemu dengan ku? sedangkan aku yang datang dengan mata sembab sisa menangis semalam dan sengaja aku tutupi agar kamu tidak pernah melihatnya. Aku berpura-pura untuk baik-baik saja di hadapan teman-teman ku seolah tidak pernah terjadi apa-apa, bukan karena aku tidak bersedih akan tetapi aku hanya berfikir kamu akan kembali disisiku lagi sehingga aku memutuskan untuk merahasiakan perpisahan kita dan membiarkannya menjadi suatu peristiwa yang berlalu tanpa ada  satu orang pun yang tau kecuali kamu dan aku. Tapi semua itu tidak terjadi, orang yang dulu pernah menangis pilu untukku tidak pernah kembali. 

Hari itu hari terakhir aku melihat mu, aku tidak pernah bertemu dengan mu lagi, aku pun sudah tidak bisa melihat mu dari kejauhan karna kita terpisah oleh jarak yang menurutku sesungguhnya tidak masalah bagiku jika kita menjalani hubungan jarak jauh sekalipun aku sanggup dan bersedia. Entah mengapa semuanya menjadi serba mudah, kamu menghilang, kamu memutuskan untuk berpisah dan kamu tidak pernah kembali lagi, apakah sesederhana itu akhir dari cerita kita? Mengapa disini aku tidak berperan sedikitpun dari perpisahan ini? Aku hanyalah pihak yang hanya menerima kenyataan dan mengikuti alur cerita yang kamu buat sendiri lalu kamu akhiri sendiri cerita itu tanpa melibatkan aku di dalam nya. 

Banyak orang mengatakan jatuh cinta itu sederhana tapi mengapa dicerita kita malah perpisahan ini yang sangat sederhana? Sekarang aku berdiri sendiri dibawah langit kelabu, tanpa kamu, tanpa kita, tanpa cerita kita dan kamu sekarang sudah berdiri bersama orang lain bersama dia, tanpa aku, mengukir kisah cinta bersamanya. Sekeras apapun aku mencoba, aku belum bisa memahami arti dari sebuah air mata yang dulu pernah berkali-kali kamu jatuhkan saat menangis untuk ku, bagaimana bisa air mata itu berbohong, jika air mata saja yang katanya tanda kejujuran itu saja bisa berbohong maka bagaimana bisa aku mempercayai mulut yang katanya tempat nya manusia berbohong?

Saat ini langit ku masih mendung awan kelabu masih menutupi matahari ku, hujan sudah menghiasi lagi  langit ku tetapi satu hal yang aku yakin bukan kah setelah mendung pasti ada pelangi, bukankah setelah mendung pasti ada langit yang cerah? Aku percaya semua itu, dan kamu langit cerah yang kamu rasakan sekarang bukankah sewaktu-waktu bisa terjadi hujan, bukan kah tidak selamanya langit itu akan cerah, bukankah bisa saja akan terjadi badai setelah ini semua? Berfikirlah kamu masalalu ku tidak selamanya kamu yang mengukir cinta, akan ada saatnya kamu hanya bisa mengikuti alur cinta tanpa terlibat didalamnya.

1 Comments